Entri Populer

Jumat, 03 Februari 2012

PIUTANG


PENGENALAN TERHADAP PIUTANG
Piutang adalah klaim moneter apa saja untuk debitur. Kredit dapat diakui dalam dua bentuk: perkiraan terbuka atau dibuktikan dengan suatu alat resmi. Ketika alat resmi kredit berupa surat promes, kreditur mempunyai klaim hukum yang lebih kuat dan dapat mengesahkannya kepada pihak ketiga. Pihak yang menjanjikan pembayaran dikenal sebagai pembuat, dan pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran adalah pihak yang dibayar. Wesel tagih dapat mengandung bunga atau non bunga. Jumlah yang dibayarkan pada tanggal jatuh tempo, dikenal sebagai nilai jatuh tempo, sama dengan nilai nominal ditambah bunga akrual apa saja. Piutang yang tidak diharapkan untuk ditagih dalam tahun sekarang harus dicantumkan sebagai investasi dalam neraca.

PENGENDALIAN PIUTANG
Piutang memerlukan pengendalian internal yang sama seperti aktiva perusahaan lainnya. Seluruh fungsi akuntansi harus dibuat sehingga pekerjaan salah seorang karyawan dapat digunakan sebagai verifikasi terhadap pekerjaan karyawan lainnya. Perusahaan yang memiliki suatu jumlah besar wesel mungkin menemukan keguanaan dari suatu pendaftaran wesel tagih sangat membantu. Dia menyediakan informasi rinci atas setiap wesel, dan membantu dalam menagih wesel secara tepat waktu. Pengendalian piutang yang tepat juga termasuk memperoleh persetujuan penjualan kredit, pengembalian penjualan dan penyisihan, serta diskon penjualan.

PERHITUNGAN BUNGA
Tingkat bunga biasanya dinyatakan dengan dasar tahunan. Bunga dihitung dengan cara mengalikan nilai pokok dengan tingkat bunga dan kemudian dikalikan dengan waktu (pokok x suku bunga x waktu). Nilai jatuh tempo ditentukan dengan mengalikan bunga dan menambahkannya kepada nilai nominal wesel. Ketika bunga dihitung untuk periode waktu kurang dari satu tahun, maka waktu ditunjukkan sebagai pecahan. Pembilang pecahan tersebut adalah usia wesel dan penyebutnya adalah jumlah hari dalam satu tahun. Perwakilan pemerintah menggunakan 365 hari sebagai penyebutnya, akan tetapi sektor swasta menggunakan 360 hari.

AKUNTANSI UNTUK WESEL TAGIH
Pada saat wesel diterima dari debitur (misalnya perkiraan terbuka konsumen), suatu ayat jurnal harus dibuat mendebit Wesel Tagih dan mengkredit perkiraan Piutang Dagang. Wesel tagih yang tidak jatuh tempo pada akhir periode fiskal memerlukan ayat jurnal penyesuaian maupun pembalikkan untuk bunga akrual. Hal ini dilakukan sehingga pendapatan bunga dialokasikan pada periode keuangan yang sebenarnya. Ketika wesel jatuh tempo dan dibayarkan, perkiraan Kas didebitkan dan Wesel Tagih serta perkiraan Pendapatan Bunga dikreditkan.

PENDISKONTOAN WESEL TAGIH
Pada waktu perusahaan memerlukan kas, dia mempunyai pilihan untuk memindahkan wesel tagihnya ke bank, yang dikenal sebagai pendiskontoan. Bunga yang dibebankan bank pada periode dimana bank memegang wesel dikenal sebagai diskon. Bergantung atas perjanjian dengan bank, perusahaan mungkin masih bertanggung jawab pada saat seorang debitur gagal dalam pembayaran. Adalah perlu untuk memperlihatkan kewajiban kontijensi ini dalam catatan kaki di neraca perusahaan. Ketika keuntungan diterima dari wesel yang didiskontokan, perkiraan Kas didebitkan, dan perkiraan Wesel Tagih dikreditkan. Jika keuntungan melebihi nilai nominal wesel, maka perkiraan Pendapatan Bunga dikreditkan. Jika keuntungan kurang dari nilai nominal wesel, maka Beban Bunga didebitkan.

WESEL TAGIH YANG TERTOLAK
Pada saat pembuat wesel gagal untuk membayar pada saat tangal jatuh tempo, wesel tagih tersebut diperhitungkan sebagai tertolak. Wesel yang tertolak tidak lagi dapat dinegosiasikan. Dalam buku kreditur, pencatatan berikut dilakukan: Mendebit Piutang Dagang,Mengkredit Wesel Tagih Mengkredit Pendapatan Bunga atau Piutang Bunga Ketika wesel yang sebelumnya didiskontokan dengan bank merupakan wesel tertolak, maka pemegang wesel (bank) memberitahukan si pemberi kuasa (misalnya perusahaan) tidak adanya pembayaran. Biaya sanggahan dibebankan kepada si pemberi kuasa untuk biaya hukum.

WESEL TAGIH YANG TIDAK DAPAT DITAGIH
Tidak masalah apa jenis kebijaksanaan kredit atau prosedur penagihan yang dibuat oleh perusahaan, persentase tertentu dari piutang biasanya akan menjadi tidak dapat ditagih. Ketika piutang ditentukan menjadi tidak dapat ditagih, maka dia dihapus sebagai beban operasional. Indikasi kuat dimana piutang mungkin tidak dapat ditagih adalah pernyataan bangkrut oleh debitur, kegagalan penagihan yang berulang kali, hilangnya debitur, dan hutang dibalik batasan undang-undang. Terdapat dua metode untuk menghapus piutang. Metode penghapusan langsung mencatat sebagai beban ketika piutang tidak dapat ditagih, sementara metode penyisihan membuat provisi untuk suatu bagian dari penjualan tahun sekarang untuk tidak dapat ditagih selama keseluruhan tahun.

METODE PENYISIHAN
Metode penyisihan akuntansi untuk piutang tak tertagih menghitung persentase akun-akun yang tidak akan dapat ditagih. Pada saat jumlahnya ditentukan, suatu ayat jurnal penyesuaian dibuat dimana dia mendebit Beban PErkiraan yang Tidak Bisa Ditagih dan mengkredit Penyisihan Piutang yang Disangsikan (juga dikenal sebagai Penyisihan Piutang Ragu-ragu). Ketika suatu perkiraan tertentu ditetapkan untuk tidak dapat ditagih, maka Penyisihan Piutang Ragu-ragu didebitkan dan perkiraan Piutang Dagang dikreditkan. Keuntungan menggunakan metode penyisihan ini adalah bahwa dia memberikan pengurangan nilai piutang dan pengakuan beban dalam periode yang bersamaan dengan terjadinya penjualan.

METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGHITUNG PIUTANG TAK TERTAGIH
Ada beberapa metode untuk menghitung piutang yang tidak bisa ditagih. Metode yang biasanya paling digunakan mendasarkan perhitungan mereka atas data penjualan atau umur piutang. Perhitungan yang didasarkan pada angka-angka penjualan dapat ditentukan dengan mengambil persentase baik dari total penjualan ataupun penjualan kredit. Perhitungan piutang yang tak tertagih didasarkan pada analisis piutang, penggolongan perkiraan-perkiraaan ke dalam kelompok umur yang belum dilunasi. Semakin lama pelunasan piutang dilakukan bukan pada tanggal pembayaran yang telah dijadwalkan, maka semakin tinggi kemungkinan untuk tidak membayar. Jika perhitungannya lebih besar daripada saldo Penyisihan Piutang Ragu-ragu, maka kelebihannya harus didebitkan ke Beban Perkiraan yang Tidak Bisa Ditagih dan dikreditkan ke Penyisihan Piutang Ragu-ragu.

METODE PENGHAPUSAN LANGSUNG
Meode penghapusan langsung hanya mencatat beban perkiraan yang tidak bisa ditagih pada saat perkiraan tersebut telah ditentukan sebagai tidak dapat tertagih. Metode ini tidak menyarankan pengakuan bahwa beban selalu terjadi di tahun yang bersamaan dengan pencatatan pendapatan. Meskipun demikian, dia memiliki keuntungan berupa kesederhanaan karena tidak ada jurnal penyesuaian yang diperlukan pada akhir periode keuangan. Metode ini paling baik digunakan oleh perusahaan yang tidak mempunyai sejumlah besar penjualan kredit. Pada saat suatu perkiraan perlu untuk dicantumkan kembali, perkiraan Piutang Dagang didebitkan. Beban Perkiraan yang Tidak Bisa Ditagih harus dikreditkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar